IBADAT PAGI Kamis, 11 Agustus 2022

PERINGATAN SANTA KLARA, PERAWAN (P) I


Link : https://www.youtube.com/channel/UCkoMZQeKuYM8315shca3SZg/videos


PEMBUKAAN

P : Ya Tuhan, sudilah membuka hatiku.

U : Supaya mulutku mewartakan pujian-Mu.


MAZMUR 94 (95)

Ant.

Marilah menyembah Tuhan, raja para perawan.

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita. Menghadap wajahNya dengan lagu syukur, menghormatiNya dengan pujian.

Ant.

Marilah menyembah Tuhan, raja para perawan.

Tuhanlah Allah yang agung, merajai segala dewa. Dasar bumi terletak di tanganNya, Puncak gunung pun milikNya. MilikNyalah laut, Dia membuatnya, daratanpun buatan tanganNya.

Ant.

Marilah menyembah Tuhan, raja para perawan.

Mari bersujud dan menyembah, berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita. Dialah Allah kita, kita umatNya, Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Ant.

Marilah menyembah Tuhan, raja para perawan.

Hari ini dengarkanlah suaraNya: “Jangan bertegar hati seperti di Meriba, seperti di Masa, di padang gurun; ketika leluhurmu mencobai Aku, walau menyaksikan karyaKu yang agung.

Ant.

Marilah menyembah Tuhan, raja para perawan.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu; maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya, mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu. Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu: Mereka takkan beristirahat bersama Aku.”

Ant.

Marilah menyembah Tuhan, raja para perawan.

Kemuliaan kepada Bapa

dan Putra dan Roh kudus.

Seperti pada permulaan, sekarang, selalu,

dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant.

Marilah menyembah Tuhan, raja para perawan.


MADAH

Nyalakanlah pelitamu Engkau perawan Tuhanku Masuklah ke perjamuan Teriring lagu pujian.


Bersatulah suci murni Dengan pengantin surgawi Dalam pelukan yang mesra Bahagia selamanya.


Semoga Santa Maria Ratu perawan semua Sudi melindungi G’reja Yang berjuang di dunia.


Terpujilah Allah Bapa Bersama Putra dan Roh-Nya Yang memberi kemenangan Kepada para perawan. Amin.


PENDARASAN MAZMUR

Ant. 1

Tuhan cinta padamu, hai Yerusalem.


Mazmur 86 (87)

Hai Yerusalem, kota di atas gunung yang kudus,* Tuhan cinta padamu.

Hai benteng Sion, Tuhan yang memperindah semua kediaman Yakub* berfirman dalam dirimu:


“Mesir dan Babel akan Kudaftar* antara mereka yang mengakui Aku.

Bahkan Filistea, Tirus, dan Etiopia* akan termasuk warga negara Sion.”

Tetapi tentang Sion sendiri akan dikatakan:† “Orang ini dan orang itu kelahiran Sion,* Allah yang mahatinggi menyentosakanNya.”


Tuhan akan mencatat dalam daftar para bangsa:* ”Inipun dilahirkan di Sion.”

Dan semua orang yang pernah menderita demi Sion* akan bernyanyilah dan menari-nari.


Kemuliaan kepada Bapa* dan Putera dan Roh Kudus


Seperti pada permulaan, sekarang, selalu,* dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. 1

Tuhan cinta padamu, hai Yerusalem.


Ant. 2

Tuhan datang dengan kekuasaan, dan jarahan dibawaNya serta.


Kidung (Yes 40:10-17)

Lihat, Allah Tuhan kita datang dengan kekuasaan,* Ia menaklukan segala-galanya!

Jarahan dibawanya serta,* dan tanda kemenangan diarak di hada-panNya.


Seperti seorang gembala* Tuhan mengumpulkan dan membimbing kawananNya.

Ia membopong anak domba dalam pelukan tanganNya* dan menuntun induknya penuh perha-tian.


Siapa yang menakar air laut dengan cidukan tangan,* mengukur langit dengan jengkal jari ?

Siapa menyukat segala debu bumi dengan takaran,† menimbang gunung dengan dacing* atau bukit dengan neraca?


Siapa yang mengatur roh Tuhan* atau memberi petunjuk kepadaNya sebagai penasihat?

Dengan siapa Tuhan berunding untuk memperoleh kebijaksanaan,† untuk belajar keadilan dan menimba pengetahuan,* untuk mengetahui jalan yang paling baik?


Sungguh, para bangsa bagaikan setitik air pada pinggir timba,† bagaikan sebutir debu pada neraca,* sungguh, pulau-pulau tidak lebih berat dari tepung halus.


Semua hutan tidak cukup kayu bakarnya untuk kurban bakaran,* dan segala margasatwa tidak cukup untuk persembahan.

Di hadapan Tuhan segala bangsa tidak berarti apa-apa,* bagi Tuhan mereka hampa dan ketiadaan belaka.


Kemuliaan kepada Bapa* dan Putera dan Roh Kudus


Seperti pada permulaan, sekarang, selalu,* dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. 2

Tuhan datang dengan kekuasaan, dan jarahan dibawaNya serta.


Ant. 3

Agungkanlah Tuhan Allah kita, ber-sembahsujudlah di hadapan gunungNya yang kudus


Mazmur 98 (99)

Tuhan meraja, gemetarlah para bangsa;† Tuhan bertakhta di atas singgasana, goncanglah bumi,* agunglah Tuhan di Sion.

Tuhan agung, mengatasi segala bangsa;† dimuliakanlah namaMu, Allah yang agung dan dahsyat ;* kuduslah Tuhan.


Raja mahakuasa, pencinta hukum,* Engkau sendirilah yang menegakkan keadilan.

Hukum dan keadilan dalam bangsa Yakub,* Engkaulah yang menegakkannya.


Agungkanlah Tuhan, Allah kita,† bersembahsujudlah di depan tumpuan kakiNya;* kuduslah Tuhan.


Musa dan Harun termasuk imamNya† dan Samuel termasuk orang yang menyerukan namaNya;* mereka berseru kepada Tuhan dan Ia menjawab mereka.


Dari dalam tiang awan Tuhan berfirman kepada mereka;* mereka berpegang pada perintahNya, pada hukum yang diberikanNya.


Tuhan, Allah kami, Engkau telah menjawab mereka,† Engkaulah Allah yang mengampuni mereka,* namun Engkau membalas perbuatannya yang jahat.

Agungkanlah Tuhan, Allah kita,* bersembahsujudlah di hadapan gunungNya yang kudus.


Kemuliaan kepada Bapa* dan Putera dan Roh Kudus


Seperti pada permulaan, sekarang, selalu,* dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. 3

Agungkanlah Tuhan Allah kita, bersem-bahsujudlah di hadapan gunungNya yang kudus.


BACAAN SINGKAT (Kid 8:7)

Air yang banyak tidak kuasa me­madam­kan cinta, tiadapun sungai-sungai dapat menghanyutkannya. Sekali­pun manusia menyerahkan seluruh harta miliknya untuk mem­peroleh cinta kasih, ia tetap merasa beruntung.


LAGU SINGKAT

P : Kepada-Mu aku berkata:*Aku mencari Engkau.

U : Kepada-Mu aku berkata:*Aku mencari Engkau.

P : Wajah-Mu, ya Tuhan, kurindukan.

U : Aku mencari Engkau.

P : Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus

U : Kepada-Mu aku berkata:*Aku mencari Engkau.


KIDUNG ZAKHARIA (Luk 1:68-79)

Ant. Kidung Zakharia

Perawan yang bijaksana ini telah menyongsong Kristus. Kini ia mulia laksana surya di cakrawala.

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,* sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,* putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,* dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita* dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita* dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,* akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut* dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.


Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,* sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,* berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan;* Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut* dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.


Kemuliaan kepada Bapa* dan Putra dan Roh kudus.

Seperti pada permulaan, sekarang, selalu* dan sepanjang segala abad. Amin.


Ant. Kidung Zakharia

Perawan yang bijaksana ini telah menyongsong Kristus. Kini ia mulia laksana surya di cakrawala.


DOA PERMOHONAN

Kristus, pengantin dan mahkota para perawan, kita hormati dengan hati gembira. Marilah dengan khidmat kita mohon kepada-Nya:


U : Yesus, mahkota para perawan, dengarkanlah kami.


Kristus, Engkau dicintai oleh para perawan suci, karena Engkaulah pengantin mereka yang satu-satunya,* semoga kami tak pernah terpisah dari cinta kasih-Mu.

Engkau telah memahkotai bunda-Mu, Maria, sebagai ratu para perawan,* semoga kami senantiasa rela mengabdi Engkau berkat doa perawan Maria.

Ya Kristus, hamba-hamba-Mu yang setia senantiasa mengabdi Engkau dan berusaha menjadi kudus lahir batin,* semoga dunia fana ini tidak menjauhkan kami dari pada-Mu.

Yesus, Engkaulah pengantin yang dinanti-nantikan oleh para perawan yang bijaksana,* semoga kami selalu berjaga dan menantikan Dikau dalam pengharapan.

Berkat doa Santa Klara, perawan yang amat bijaksana,* semoga kami hidup bijak dan jujur.


BAPA KAMI


DOA PENUTUP

Allah yang penuh belaskasihan, Engkau sudah menumbuhkan dalam diri Santa Klara cinta akan kemiskinan. Semoga berkat doanya kami meng­ikuti Kristus dengan semangat kemi­skinan, supaya layak memandang-Mu dalam kerajaan surga. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, dan Pengantara kami, yang hidup dan ber­kuasa ber­sama Bapa dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.


PENUTUP

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U : Amin.

256 views0 comments