top of page

IBADAT PAGI Rabu, 28 Juni 2023

PERINGATAN SANTO IRENEUS, USKUP & MARTIR (M)



PEMBUKAAN

P : Ya Tuhan, sudilah membuka hatiku.

U : Supaya mulutku mewartakan pujian-Mu.


MAZMUR 94 (95)

Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja para martir.


Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita. Menghadap wajahNya dengan lagu syukur, menghormatiNya dengan pujian.

Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja para martir.


Tuhanlah Allah yang agung, merajai segala dewa. Dasar bumi terletak di tanganNya, Puncak gunung pun milikNya. MilikNyalah laut, Dia membuatnya, daratanpun buatan tanganNya.

Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja para martir.


Mari bersujud dan menyembah, berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita. Dialah Allah kita, kita umatNya, Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja para martir.


Hari ini dengarkanlah suaraNya: “Jangan bertegar hati seperti di Meriba, seperti di Masa, di padang gurun; ketika leluhurmu mencobai Aku, walau menyaksikan karyaKu yang agung.

Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja para martir.


Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu; maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya, mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu. Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu: Mereka takkan beristirahat bersama Aku.”

Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja para martir.


Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja para martir.


MADAH

Ya martir pahlawan suci Jejak Kristus kauikuti Musuh sudah kaukalahkan Kini engkau dimuliakan


Semoga doamu yang sakti Menghapuskan dosa kami Menyingkirkan kejahatan Yang merusak kesatuan.


Terlepas sudah tubuhmu Dari ikatan belenggu Lepaskan belenggu kami Agar dapat hidup suci.


Dipujilah Allah Bapa

Bersama Putra tercinta

Dan Roh penghibur ilahi

Selalu tak kunjung henti. Amin.


PENDARASAN MAZMUR

Ant. 1

Hatiku siap sedia, ya Allah, hatiku siap sedia.


Mazmur 107 (108)

Hatiku siap sedia, ya Allah,* untuk bernyanyi dan melagukan mazmur.

Bangunlah, hai hatiku, berkumandanglah, hai kecapi,* menyingsinglah, hai fajar.


Ya Tuhan, aku hendak memuji Engkau di tengah segala bangsa,* bersama seluruh rakyat aku bermazmur bagiMu.

Sebab besarlah kasihMu, setinggi langit,* dan kesetiaanMu menjangkau awan.

Nyatakanlah kemegahanMu di surga, ya Allah,* dan sinarilah bumi dengan kemuliaanMu.

Berilah aku kemenangan dengan tangan kuat,* selamatkanlah umatMu yang Kaucintai.


Allah telah berfirman dari surga:* ”Dengan gembira tanah Sikem Kujadikan bagian jarahanKu,

lembah Sukot Kuukur,* tanah Gilead dan Manasye menjadi milikKu.

Tanah Efraim Kujadikan topi bajaKu,* Yehuda tongkat kerajaanKu, Moab tempat pembasuhanKu.

Tanah Edom Kujadikan kepunyaanKu,* Filistea menggemakan lagu kemenangan.”


Siapa mengantar aku ke kota Petra?* Siapa melantik aku menjadi raja Edom?

Bukankah Engkau, ya Allah! Masihkah Engkau membuang kami* dan tidak lagi menyertai bala tentara kami?

Berilah kami pertolongan terhadap musuh,* sebab sia-sialah bantuan manusia.

Bersama Allah, kita berjuang gagah perkasa,* Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita.


Kemuliaan kepada Bapa* dan Putera dan Roh Kudus


Seperti pada permulaan, sekarang, selalu,* dan sepanjang segala abad. Amin.


Ant. 1

Hatiku siap sedia, ya Allah, hatiku siap sedia.


Ant. 2

Tuhan mengenakan padaku dandanan keselamatan dan pakaian kebenaran.


Kidung (Yes 61:10 - 62:5)

Aku sangat bergembira dalam Tuhan* dan bersorak riang dalam Allahku.

Sebab Tuhan telah mengenakan padaku dandanan keselamatan* dan menyelubungi aku dengan pakaian kebenaran.

Laksana pengantin pria mengenakan mahkota* dan mempelai wanita hiasan permata.


Seperti bumi menimbulkan tetumbuhan,* dan ladang menumbuhkan benih,

demikian pula Tuhan Allah menumbuhkan kebenaran dan pujian* di hadapan segala bangsa.

Demi Sion aku akan mengumandangkan suara,* demi Yerusalem aku akan giat bekerja,

sampai kesuciannya memancar bagaikan cahaya,* dan keselamatannya bersinar laksana obor.


Segala bangsa akan melihat kesucianmu, hai Yerusalem,† semua raja akan menyaksikan kemuliaanmu;* engkau akan diberi nama baru oleh Tuhan.

Seperti sebuah mahkota engkau di tangan Tuhan,* bagaikan tajuk engkau dipegang Allahmu.


Engkau tak lagi disebut: ”Yang ditinggalkan”,* negerimu tak lagi dinamakan: ”Yang kesepian”.

Sebab namamu yang baru ialah:” KekasihKu”,* “mempelaiKu” nama negerimu.

Karena Tuhan cinta padamu,* negerimu menjadi mempelaiNya.


Sebagaimana seorang pemuda memperisteri gadis,* demikian pula Allah pencipta akan menjadi suamimu.

Seperti seorang suami yang baru menikah suka akan isterinya,* demikian pula Allahmu suka akan dirimu.


Kemuliaan kepada Bapa* dan Putera dan Roh Kudus


Seperti pada permulaan, sekarang, selalu,* dan sepanjang segala abad. Amin.


Ant. 2

Tuhan mengenakan padaku dandanan keselamatan dan pakaian kebenaran.


Ant. 3

Aku hendak memuliakan Allahku seumur hidup.


Mazmur 145 (146)

Pujilah Tuhan, hai hatiku!† Aku hendak memuliakan Tuhan seumur hidup,* memujiNya selama hayat di kandung badan.


Jangan menaruh harapan pada orang-orang besar,* pada manusia yang tak dapat menyelamatkan.

Bila melayang nyawanya, ia menjadi debu,* hari itu juga buyarlah rencananya.


Berbahagialah orang yang mengharapkan pertolongan dari Allah Yakub,* yang menaruh kepercayaan pada Tuhan, Allahnya.

Sebab Tuhan menjadikan langit dan bumi,* menciptakan laut dan segala isinya.

Tuhan tetap setia terhadap orang yang dihina,* menjamin keadilan bagi orang yang tertindas.


Tuhan memberi makan orang yang lapar,* membebaskan orang yang terbelenggu.

Tuhan membuka mata orang buta,* menegakkan orang yang bungkuk.

Tuhan melindungi orang asing,* memelihara para yatim piatu dan janda.

Tuhan mengasihi orang jujur,* tetapi orang berdosa digulingkanNya.


Tuhanlah raja selama-lamanya,* Dialah Allahmu, hai Sion, turun-temurun.


Kemuliaan kepada Bapa* dan Putera dan Roh Kudus


Seperti pada permulaan, sekarang, selalu,* dan sepanjang segala abad. Amin.


Ant. 3

Aku hendak memuliakan Allahku seumur hidup.


BACAAN SINGKAT (2 Kor 1: 3-5)

Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas­kasihan dan Allah sumber segala peng­hiburan. Ia menghibur kita dalam segala pen­deritaan, sehingga kita sanggup meng­hibur semua orang yang ditimpa bermacam-macam pen­deritaan dengan penghiburan yang kita terima sendiri dari Allah. Sebab se­bagaimana pen­deritaan Kristus me­limpah dalam diri kita, demikian pula berlimpah peng­hiburan kita demi Kristus.


LAGU SINGKAT

P : Tuhanlah kekuatanku, * Aku hendak memuji Dia.

U : Tuhanlah kekuatanku, * Aku hendak memuji Dia.

P : Ia telah menyelamatkan daku.

U : Aku hendak memuji Dia.

P : Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus.

U : Tuhanlah kekuatanku, * Aku hendak memuji Dia.


KIDUNG ZAKHARIA (Luk 1: 68-79)

Ant. Kidung Zakharia

Santo Ireneus, pencipta damai, dalam hidup dan usahanya berjuang giat untuk kedamaian Gereja.


Terpujilah Tuhan, Allah Israel,* sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,* putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,* dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita* dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita* dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,* akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut* dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.


Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,* sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,* berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan;* Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut* dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.


Kemuliaan kepada Bapa* dan Putra dan Roh kudus.

Seperti pada permulaan, sekarang, selalu* dan sepanjang segala abad. Amin.


Ant. Kidung Zakharia

Santo Ireneus, pencipta damai, dalam hidup dan usahanya berjuang giat untuk kedamaian Gereja.


DOA PERMOHONAN

Saudara-saudara, para martir telah wafat demi sabda Allah. Marilah kita me­muji penebus kita, saksi yang setia, dan berkata:


U : Engkau telah menebus kami dalam darah-Mu.


Ya Tuhan, para martir-Mu rela mati untuk memberi kesaksian tentang iman mereka,* berikanlah kebebasan rohani kepada kami.


Para martir-Mu mengakui iman mereka sampai menumpahkan darahnya, * berilah kami kemurnian dan keteguhan iman.


Para martir-Mu mengikuti jejak-Mu dengan memanggul salib mereka, * semoga kami dengan berani menanggung kesukaran-kesukaran hidup.


Para martir-Mu membasuh pakaian mereka dalam darah Anakdomba, * semoga kami mengalahkan serangan hawa nafsu dan bujukan dosa.


BAPA KAMI


DOA PENUTUP

Allah, pokok damai sejati, berkat bantuan­-Mu uskup Santo Ireneus ber­hasil mempertahankan ajaran yang benar dan meneguhkan damai bagi Gereja. Semoga karena pertolongannya kami dikuatkan dalam iman dan cinta kasih, sehingga selalu memperhatikan kesatuan dan memajukan kerukunan. Demi Yesus Kristus, Putra-Mu dan Peng­antara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh Kudus, sepanjang segala masa. Amin.


PENUTUP

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U : Amin.

274 views0 comments
bottom of page