IBADAT PAGI Senin, 11 April 2022

HARI SENIN DALAM PEKAN SUCI (U)


Link: https://www.youtube.com/channel/UCkoMZQeKuYM8315shca3SZg/videos



PEMBUKAAN


P : Ya Tuhan, sudilah membuka hatiku.

U : Supaya mulutku mewartakan pujian-Mu.


MAZMUR 94 (95)

Ant.

Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.


Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita. Menghadap wajahNya dengan lagu syukur, menghormatiNya dengan pujian.


Ant.

Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.


Tuhanlah Allah yang agung, merajai segala dewa. Dasar bumi terletak di tanganNya, Puncak gunung pun milikNya. MilikNyalah laut, Dia membuatnya, daratanpun buatan tanganNya.


Ant.

Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.


Mari bersujud dan menyembah, berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita. Dialah Allah kita, kita umatNya, Dialah gembala kita, kita kawananNya.


Ant.

Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.


Hari ini dengarkanlah suaraNya: “Jangan bertegar hati seperti di Meriba, seperti di Masa, di padang gurun; ketika leluhurmu mencobai Aku, walau menyaksikan karyaKu yang agung.


Ant.

Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.


Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu; maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya, mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu. Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu: Mereka takkan beristirahat bersama Aku.”


Ant.

Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.


Kemuliaan kepada Bapa

dan Putra dan Roh kudus.

Seperti pada permulaan, sekarang, selalu,

dan sepanjang segala abad. Amin.


Ant.

Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.


MADAH


Salib suci nan mulia

Kayu paling utama Tiada yang menandingi Daun bunga buahnya Kayu paku bahagia Memangku pangkal hidup.


Pohon bungkukkan dahanmu Lemaskanlah uratmu Lembutkan juga kerasmu Yang jadi bawahanmu Sediakan batang empuk Bagi tubuh rajamu.


Engkaulah kayu yang pantas Mentakhtakan penebus Menyajikan tempat labuh Bagi bumi yang karam Berhiaskan darah suci Anakdomba sejati.


Terpuji terhormatilah

Allah Mahakuasa

Bapa bersama Putra

Dan Roh Kudus penghibur

Yang jaya bertakhta mulya

Selalu selamanya. Amin.


PENDARASAN MAZMUR

Ant. 1

Sedih sekali hatiKu, rasanya seperti mau mati. Tinggallah di sini dan ber­jagalah bersamaKu.


Mazmur 41 (42)

Bagaikan rusa merindukan sungai,* demikianlah hatiku rindu padaMu, ya Allah.

Hatiku haus akan Allah, Allah yang hidup,* bilakah aku menghadap dan memandang wajah Allah ?

Air mataku menjadi bagaikan santapan bagiku, siang dan malam,* karena sehari-harian orang bertanya: Dimana Allahmu?

Dengan sedih selalu kuingat, bahwa di masa lampau* aku bersama orang banyak berarak ke kediaman Allah.

Aku turut melangkah di depan perarakan itu,* di tengah suara sorak-sorai dan lagu syukur.


Mengapa engkau tertekan dan gelisah, wahai jiwaku?† Berharaplah kepada Allah, aku akan bersyukur lagi* kepada Allah, penolongku.


Karena gelisah aku teringat akan Dikau,* dari daerah Yordan dan Hermon dan dari gunung Nizar.

Di sana anak sungai yang satu memanggil yang lain dengan deru air terjun,* demikianpun gelora gelombangMu mengempaskan daku.


Siang hari Tuhan menyatakan kasih setiaNya kepadaku,* malam hari aku memuji Allah, pemberi hidup.


Aku berkata kepada Allah, pelindungku:† “Mengapa Engkau melupakan daku;* mengapa aku sedih, tersesak oleh mu-suh?”

Celaan lawanku menyakiti hatiku seperti tikaman maut,* karena sehari-harian mereka bertanya: Dimana Allahmu?


Mengapa engkau tertekan dan gelisah, wahai jiwaku?† Berharaplah kepada Allah, aku akan bersyukur lagi* kepada Allah, penolongku.


Kemuliaan kepada Bapa* dan Putera dan Roh Kudus


Seperti pada permulaan, sekarang, selalu,*

dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. 1

Sedih sekali hatiKu, rasanya seperti mau mati. Tinggallah di sini dan ber­jagalah bersamaKu.


Ant. 2

Sekarang tibalah hukuman untuk dunia. Sekarang penguasa dunia ini dibuang ke luar.


Kidung (Sir 36:1-7, 13-16)

Pandanglah dan kasihanilah kami, ya Allah semesta alam,* curahkanlah kedahsyatanMu atas bangsa-bangsa.

Nyatakanlah kekuasaanMu terhadap bangsa-bangsa asing itu,* agar merekapun melihat kemuliaanMu.

Engkau telah menampakkan diriMu dalam diri kami di hadapan mereka,* hendaklah Engkau memuliakan diri dalam mereka di hadapan kami.

Agar mereka mengakui, sebagaimana kami telah mengakui,* bahwa tiada Allah selain Dikau, ya Tuhan.


Kerjakan lagi tanda-tanda dan ulangilah karyaMu,* nyatakanlah kemuliaan karyaMu dan kekuatan tanganMu.

Kumpulkanlah segala suku Yakub,* kembalikan kepadanya tanah pusaka seperti sediakala.


Kasihanilah umat yang disebut dengan namaMu,* Israel yang telah Kauberi hak anak sulung.

Kasihanilah kota ini yang menjadi kota yang kudus,* Yerusalem, kota tempat istirahatMu.

Penuhilah Sion dengan pujian atas karyaMu yang mengagumkan,* penuhilah baitMu dengan kemuliaanMu.


Kemuliaan kepada Bapa* dan Putera dan Roh Kudus


Seperti pada permulaan, sekarang, selalu,*

dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. 2

Sekarang tibalah hukuman untuk dunia. Sekarang penguasa dunia ini dibuang ke luar.


Ant. 3

Yesus yang menciptakan dan me­nyempurna­kan iman kita, telah me­manggul salib dan duduk di sebelah kanan Allah.


Mazmur 18 (19) A

Langit mewartakan kemuliaan Allah,* dan cakrawala memasyhurkan karya tanganNya.

Hari yang satu mengisahkannya kepada hari yang lain,* dan malam yang satu menyampaikannya kepada malam berikut.


Meskipun tidak bicara dan tidak memperdengarkan suara,† namun di seluruh dunia bergemalah seruannya,* dan pesannya sampai ke perbatasan bumi.


Di sana Tuhan memasang kemah bagi sang surya,* yang meninggalkan peraduannya bagaikan pengantin.

Dengan girang sang surya menempuh jalan peredarannya,* laksana seorang pahlawan.

Dari ujung langit yang satu ia beredar ke ujung yang lain,* dan tak ada yang luput dari panas teriknya.


Kemuliaan kepada Bapa* dan Putera dan Roh Kudus


Seperti pada permulaan, sekarang, selalu,*

dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. 3

Yesus yang menciptakan dan me­nyempurna­kan iman kita, telah me­manggul salib dan duduk di sebelah kanan Allah.


BACAAN SINGKAT (Yer 11:19-20)

Aku ini laksana anak domba jinak yang dihantar ke tempat pembantaian. Aku tidak tahu bahwa mereka bermufakat melawan daku: ”Marilah kita me­nebang pohon yang segar itu, dan men­cabut akarnya. Marilah kita me­numpas dia dari dunia ini, sehingga namanya tidak diingat lagi.” Tetapi Engkau, Tuhan segala kuasa, Engkau menghakimi dengan adil dan menguji hati dan budi. Semoga aku melihat bagai­mana Engkau membalas mereka, sebab kepada-Mu telah ku­serah­kan perkaraku, ya Tuhan Allahku.


LAGU SINGKAT

P : Engkau menebus kami, ya Tuhan,* Dengan darah-Mu.

U : Engkau menebus kami, ya Tuhan,* Dengan darah-Mu.


P : Segala suku, bahasa, bangsa dan negara Kausucikan.

U : Dengan darah-Mu.


P : Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus

U : Engkau menebus kami, ya Tuhan,* Dengan darah-Mu.


KIDUNG ZAKHARIA ( Luk 1: 68-79)

Ant. Kidung Zakharia

Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, sebab Engkau mengutus Aku.


Terpujilah Tuhan, Allah Israel,* sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,* putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,* dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita* dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita* dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,* akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut* dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.


Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,* sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,* berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan;* Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut* dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.


Kemuliaan kepada Bapa* dan Putra dan Roh kudus.


Seperti pada permulaan, sekarang, selalu* dan sepanjang segala abad. Amin.


Ant. Kidung Zakharia

Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, sebab Engkau mengutus Aku.


DOA PERMOHONAN

Kristus penyelamat telah menebus kita dengan kematian dan kebangkit­an-Nya. Marilah kita mohon kepada­-Nya:


U: Tuhan, kasihanilah kami.


Engkau telah naik ke Yerusalem untuk menderita sengsara dan wafat sebagai jalan menuju kemuliaan,* hantarlah Gereja-Mu kepada Paskah abadi.

Engkau ditinggikan pada salib dan ditikam dengan tombak serdadu,* sembuhkanlah luka-luka kami.

Engkau telah mengubah salib yang hina menjadi pohon kehidupan,* kurniakanlah hasil buahnya kepada setiap orang yang lahir kembali dalam pembaptisan.

Waktu Engkau tergantung pada salib, Engkau telah mengasihani penyamun yang bertobat,* ampunilah kami orang yang berdosa ini.


BAPA KAMI


DOA PENUTUP


Allah yang mahakuasa, kami sering gagal karena lemah. Kami mohon, se­moga kami dapat menimba kekuatan dari sengsara Putra-Mu yang tunggal. Sebab Dialah pengantara kami, yang hidup, dan berkuasa bersama Bapa dalam per­sekutuan Roh Kudus, se­panjang segala masa. Amin.


PENUTUP


P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup kekal.

U : Amin.

181 views0 comments