IBADAT SORE Selasa, 22 November 2022

PERINGATAN SANTA SESILIA, PERAWAN DAN MARTIR (M)

PEMBUKAAN

P : Ya Allah, bersegeralah menolong aku.

U : Tuhan, perhatikanlah hambaMu.


P : Kemuliaan kepada Bapa* dan Putera dan Roh kudus.

U : Seperti pada permulaan, sekarang, selalu* dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluia


MADAH

Ya Yesus Tuhan putra Santa P’rawan Yang dilahirkan sangat menakjubkan Kami bernyanyi dan memperingati Perawan suci.


Perawan ini yang kami hormati Martir sejati yang berhati murni Walaupun lemah namun tetap tabah Pantang menyerah.


Mati tak gentar diancam tak mundur Meski dikejar semangat tak luntur Sungguh pahlawan mati demi iman Kepada Tuhan


Berkat doanya ya Allah pencipta Diampunilah kami yang berdosa Agar supaya kami bahagia Senantiasa. Amin.


PENDARASAN MAZMUR

Ant. 1

Tak mungkin kamu sekaligus mengabdi Allah dan kekayaan.

Mazmur 48 (49)

I

Dengarlah, hai bangsa-bangsa,* pasanglah telinga, hai penduduk dunia,

baik yang biasa maupun yang terkemuka,* baik yang kaya maupun yang miskin.


Mulutku akan mengucapkan kata-kata bijaksana,* dan buah renunganku ialah kearifan.

Aku hendak membawakan wejanganku* dan memaparkannya sambil memetik kecapi.


Mengapa aku takut pada hari-hari sial,* waktu aku dikepung oleh musuh yang jahat?

Mereka mengandalkan harta bendanya* dan memegahkan kekayaannya yang besar.


Tak seorang pun dapat menebus dirinya sendiri* atau membayar uang tebusannya kepada Allah.

Terlalu mahal harga tebusan nyawanya,† tak terbayar untuk hidup selamanya* tanpa turun ke liang kubur.

Ia melihat orang bijak mati,† orang bodoh dan dungu, semuanya binasa,* harta bendanya mereka tinggalkan bagi orang lain.


Kubur menjadi rumah mereka untuk selama-lamanya,* di situlah kediaman mereka turun-temurun.

Manusia, betapapun mulianya, takkan bertahan,* tiada ubahnya dengan hewan yang jatuh binasa.


Kemuliaan kepada Bapa* dan Putera dan Roh Kudus


Seperti pada permulaan, sekarang, selalu,* dan sepanjang segala abad. Amin.


Ant. 1

Tak mungkin kamu sekaligus mengabdi Allah dan kekayaan.


Ant. 2

Kumpulkanlah bagimu harta di surga, sabda Tuhan.


II

Beginilah nasib orang yang percaya pada diri sendiri,* beginilah kesudahan orang yang bermu-lut besar.

Seperti kawanan domba, mereka terkurung dalam alam maut,* mautlah gembala dan penguasa mereka.

Hancurlah keelokan tubuh mereka,* dan kediaman mereka di alam maut.


Tetapi Allah akan menebus nyawaku,* menghindarkan daku dari cengkeraman maut.

Maka janganlah takut, apabila seseorang menjadi kaya,* apabila kemewahan keluarganya ber-tambah.

Sebab waktu mati tak ada yang dapat dibawanya serta,* kekayaannya tidak akan mengikutinya.


Walaupun selama hidupnya ia memuji dirinya bahagia:* “Aku beruntung: segalanya berlangsung baik”;

namun ia akan mati mengikuti nenek moyangnya* yang tak pernah lagi melihat terang.


Manusia, betapapun mulianya, takkan bertahan,* tiada ubahnya dengan hewan yang jatuh binasa.


Kemuliaan kepada Bapa* dan Putera dan Roh Kudus


Seperti pada permulaan, sekarang, selalu,* dan sepanjang segala abad. Amin.


Ant. 2

Kumpulkanlah bagimu harta di surga, sabda Tuhan.


Ant. 3

Layaklah Anak domba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.


Kidung (Why 4:11,5:9.10-12)

Sudah sepatutnyalah, ya Tuhan dan Allah kami,* Engkau menerima puji-pujian, hormat dan kuasa.

Sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu;* dan karena kehendakMu semua yang ada dijadikan.

Layaklah Anak domba menerima gulungan kitab* dan membuka ketujuh meterainya.

Sebab Engkau telah disembelih,† dan dengan darahMu Engkau telah menebus kami bagi Allah* dari setiap suku, bahasa, kaum dan bangsa.

Engkau telah menganugerahi kami† martabat raja dan imam di hadapan Allah kita,* dan kami akan merajai dunia.

Layaklah Anak domba yang disembelih itu† menerima kuasa dan kekayaan,* hikmat dan kekuatan, hormat, kemuliaan dan puji-pujian.

Kemuliaan kepada Bapa* dan Putera dan Roh Kudus

Seperti pada permulaan, sekarang, selalu,* dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. 3

Layaklah Anak domba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.


BACAAN SINGKAT (1 Ptr 4:13-14)

Saudara-saudara, sebenarnya kamu harus bersuka hati, bila turut memikul sebagian dari penderitaan Kristus, se­bab dengan demikian kamupun akan turut bersukacita, bila Kristus akan tampak dalam kemuliaan-Nya. Alang­kah bahagia kamu, kalau dicaci-maki karena menjadi pengikut Kristus; se­bab dengan dem­ikian Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah, ada padamu.


LAGU SINGKAT

P : Engkau menguji kami, ya Tuhan,*Untuk menyucikan kami.

U : Engkau menguji kami, ya Tuhan,*Untuk menyucikan kami.

P : Engkau menguji kami seperti perak dengan api.

U : Untuk menyucikan kami.

P : Kemuliaan kepada Bapa, dan Putra dan Roh Kudus.

U : Engkau menguji kami, ya Tuhan,*Untuk menyucikan kami.


KIDUNG MARIA (Luk 1:46-55)

Ant. Kidung Maria

Perawan Sesilia selalu membawa Injil Kristus dalam dadanya. Siang malam tak henti-hentinya ia ber­wawan­cara dengan Tuhan dan berdoa.

Aku mengagungkan Tuhan,* hatiku bersuka ria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,* hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,* oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa;* kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun* kepada orang yang takwa.


Perkasalah perbuatan tanganNya:* dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya.

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta;* yang hina-dina diangkatNya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan;* orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong.

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,* Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya* untuk selama-lamanya.


Kemuliaan kepada Bapa* dan Putra dan Roh kudus.

Seperti pada permulaan, sekarang, selalu* dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Kidung Maria

Perawan Sesilia selalu membawa Injil Kristus dalam dadanya. Siang malam tak henti-hentinya ia ber­wawan­cara dengan Tuhan dan berdoa.


DOA PERMOHONAN

Raja para martir sudah memper­sem­bahkan diri dalam perjamuan malam terakhir dan menyerahkan hidup­-Nya di salib. Marilah kita meng­ucapkan syukur kepada-Nya dengan berkata:


U : Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.

Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan, sebab Engkaulah telah mengasihi kami sampai akhir. Engkau penyelamat kami, Engkaulah sumber kekuatan dan teladan bagi setiap martir.

U : Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.

Engkau memanggil semua orang berdosa yang bertobat, kepada kehidupan abadi.

U : Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.

Hari ini kami mempersembahkan darah perjanjian baru yang Kaucurahkan demi pengampunan dosa.

U : Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.

Berkat rahmat-Mu kami tetap bertekun dalam iman sampai pada hari ini.

U : Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.

Kami percaya bahwa arwah orang ber­iman Kauterima dalam kemuliaan-Mu.

U : Kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.


BAPA KAMI


DOA PENUTUP

Tuhan yang maharahim, indahkanlah kiranya doa kami dan dengarkanlah permohonan kami berkat jasa Santa Sesilia. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, dan Pengantara kami, yang hidup ....


PENUTUP

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal

U : Amin.

119 views0 comments