IBADAT PAGI Rabu, 17 Agustus 2022

HARI RAYA KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA (P) I


Link : https://www.youtube.com/channel/UCkoMZQeKuYM8315shca3SZg/videos


PEMBUKAAN

P : Ya Tuhan, sudilah membuka hatiku.

U : Supaya mulutku mewartakan pujian-Mu.


MAZMUR 94 (95)

Ant.

Marilah menyembah Tuhan, yang sudah membebaskan kita.

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita. Menghadap wajahNya dengan lagu syukur, menghormatiNya dengan pujian.

Ant.

Marilah menyembah Tuhan, yang sudah membebaskan kita.

Tuhanlah Allah yang agung, merajai segala dewa. Dasar bumi terletak di tanganNya, Puncak gunung pun milikNya. MilikNyalah laut, Dia membuatnya, daratanpun buatan tanganNya.

Ant.

Marilah menyembah Tuhan, yang sudah membebaskan kita.

Mari bersujud dan menyembah, berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita. Dialah Allah kita, kita umatNya, Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Ant.

Marilah menyembah Tuhan, yang sudah membebaskan kita.

Hari ini dengarkanlah suaraNya: “Jangan bertegar hati seperti di Meriba, seperti di Masa, di padang gurun; ketika leluhurmu mencobai Aku, walau menyaksikan karyaKu yang agung.

Ant.

Marilah menyembah Tuhan, yang sudah membebaskan kita.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu; maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya, mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu. Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu: Mereka takkan beristirahat bersama Aku.”

Ant.

Marilah menyembah Tuhan, yang sudah membebaskan kita.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant.

Marilah menyembah Tuhan, yang sudah membebaskan kita.


MADAH

Pada perayaan ini Kami bersama bernyanyi Sambil mohon kepada-Mu Ya Bapa yang mahatahu.


Jauhkanlah rasa benci Dari tanah air kami Agar cinta menjiwai Pangkuan ibu pertiwi.


Bimbinglah Indonesia Dalam keluarga bangsa Agar menjadi bentara Hak azasi manusia.


Hendaknya seluruh bangsa memuji Allah yang esa Bapa, Putra dan Roh Suci Yang hidup kekal abadi. Amin.


PENDARASAN MAZMUR

Ant. 1

Aku diutus untuk mewartakan pembebasan kepada para tawanan dan untuk menyelamatkan orang yang tertindas.


Mazmur 62 (63), 2-9

Ya Allah, Engkaulah Allahku,* aku mencari Engkau.

Hatiku haus dan rindu akan Dikau,* seperti tanah kering dan tandus merindukan air.

Demikian aku ingin memandangkan Engkau di tempat kediamanMu* untuk merasakan kekuatan dan kemuliaanMu.

Sebab kasih setiaMu lebih baik dari pada hidup,* bibirku memegahkan Dikau.


Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,* menadahkan tangan kepadaMu.

Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,* mulutku memuji Engkau sambil bersyukur.

Di tempat tidurku aku memuji Engkau,* aku merenungkan Dikau sepanjang malam.

Sebab Engkau yang menolong aku,* di bawah naungan sayapMu aku bersorak.

Jiwaku melekat padaMu,* tangan kananMu menopang aku.


Kemuliaan kepada Bapa* dan Putera dan Roh Kudus


Seperti pada permulaan, sekarang, selalu,* dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. 1

Aku diutus untuk mewartakan pembebasan kepada para tawanan dan untuk menyelamatkan orang yang tertindas.

Ant. 2

Tiada wadas seperti Allah kami. Busur para perkasa diremukkan-Nya, tetapi para lemah diberi-Nya kekuatan.


Kidung (Dan 3:57-88.56)

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,* pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,* pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan , seluruh isi surga,* pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,* angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,* segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.


Pujilah Tuhan, hujan dan embun,* angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas terik,* hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,* halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,* terang dan gelap, luhurkanlah Dia.


Pujilah Tuhan, seluruh bumi,* pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,* segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia,

Pujilah Tuhan, segala mata air,* lautan dan sungai, luhurkanlah Dia,

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,* unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,* semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,* pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para imam,* semua pelayanNya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan,orang yang takwa,* semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,* pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.


Marilah kita memuji Bapa, Putera, dan Roh Kudus,* memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

(tanpa Kemuliaan)

Ant. 2

Tiada wadas seperti Allah kami. Busur para perkasa diremukkan-Nya, tetapi para lemah diberi-Nya kekuatan.


Ant. 3

Sungguh, negeri itu mengalirkan susu dan madu, alleluia.

Mazmur 149

Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,* pujilah Dia dalam himpunan umatNya.

Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,* dan warga Sion bersukacita atas Rajanya.

Hendaknya mereka memuji namaNya dengan tari-tarian,* bermazmur bagiNya dengan rebana dan kecapi.

Sebab Tuhan berkenan kepada umatNya,* memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.


Hendaknya orang takwa bersuka ria atas kejayaannya,* bersorak-sorai dengan gembira.

Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang* sambil memegang pedang yang tajam.

Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa* dan menjatuhkan hukuman kepada mereka;

membelenggu para rajanya* dan mengikat pemukanya dengan rantai besi.

Dengan demikian terlaksana keputusan Allah;* tugas terhormat bagi umatNya.


Kemuliaan kepada Bapa* dan Putera dan Roh Kudus


Seperti pada permulaan, sekarang, selalu,* dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. 3

Sungguh, negeri itu mengalirkan susu dan madu, alleluia.


BACAAN SINGKAT (Gal 5:13-15.26;6:10)

Saudara-saudara, kamu telah dipanggil kepada kemerdekaan. Tetapi janganlah kamu pergunakan kemerdekaan itu se­bagai kesempatan untuk hidup seturut hawa nafsumu, melainkan abdi-meng­abdilah dalam cinta kasih. Sebab seluruh hukum terpenuhi dalam perintah ini: “Kasihilah sesamamu seperti dirimu sendiri!” Hendaknya hidup kita dipimpin oleh Roh, dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki, tetapi marilah kita berbuat baik kepada semua orang.


LAGU SINGKAT

P : Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan,*Berkatilah pusaka-Mu.

U : Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan,*Berkatilah pusaka-Mu.

P : Gembalakanlah dan dukunglah mereka selama-lamanya.

U : Berkatilah pusaka-Mu.

P : Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus

U : Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan,*Berkatilah pusaka-Mu.


KIDUNG ZAKHARIA (Luk 1:68-79)

Ant. Kidung Zakharia

Segala kuasa berasal dari Allah. Maka hendaklah tiap-tiap orang tunduk ke­pada atasannya, dan barang siapa me­nentang kuasa itu, ia menentang Allah.

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,* sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,* putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,* dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita* dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita* dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,* akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut* dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.


Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,* sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,* berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan;* Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut* dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.


Kemuliaan kepada Bapa* dan Putra dan Roh kudus.

Seperti pada permulaan, sekarang, selalu* dan sepanjang segala abad. Amin.


Ant. Kidung Zakharia

Segala kuasa berasal dari Allah. Maka hendaklah tiap-tiap orang tunduk ke­pada atasannya, dan barang siapa me­nentang kuasa itu, ia menentang Allah.


DOA PERMOHONAN

Marilah kita meluhurkan Allah yang memberikan fajar harapan baru kepada kita pada hari raya kemerdekaan Indonesia ini. Marilah kita bersyukur kepada Tuhan dan berkata:


U : Terangilah umat-Mu, ya Tuhan.


Tuhan Allah yang mahaesa, Engkau telah memanggil setiap orang kepada kemerdekaan sejati dalam Kristus,* semoga kami mengisi kemerdekaan bangsa kami dengan keadilan dan cinta kasih.

Tuhan, pemersatu umat manusia, Engkau telah menghimpun kami dalam umat-Mu dan membebaskan kami dari kuasa kegelapan,* semoga kami memupuk kesatuan dan kerukunan dalam keluarga kami dan dalam seluruh bangsa kami.

Tuhan, pemberi hikmat dan kebijaksanaan, Engkau menerangi hati manusia dengan kebenaran-Mu, dan membebaskan kami dari jerat dosa dan kejahatan,* semoga kami mendukung usaha para wakil rakyat kami untuk menciptakan suatu masyarakat yang sungguh adil dan makmur.

Tuhan, pencipta damai dan kesejahteraan, Engkau telah menerbitkan fajar harapan baru bagi umat-Mu dalam membebaskan mereka dari perbudakan dan penindasan,* semoga kami tetap memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bagi setiap orang, juga kalau fajar harapan yang segar menjadi siang kenyataan yang panas terik.


BAPA KAMI


DOA PENUTUP

Tuhan Allah yang mahaesa, Engkau memanggil setiap orang kepada kemerdeka­an dalam Kristus, Putra-Mu. Maka pada hari raya kemerdekaan Indonesia kami mohon kepada-Mu: lindungilah tanah air kami agar tetap bebas merdeka dan aman sentosa. Anugerahkanlah kepada bangsa Indonesia kemerdekaan sejati, agar di seluruh wilayahnya berkuasa keadilan dan damai, peri kemanusiaan, kerukunan dan cinta kasih. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, dan Pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam per­sekutuan Roh Kudus, se­panjang segala masa. Amin.


PENUTUP

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U : Amin.

207 views0 comments