top of page

IBADAT PAGI Senin, 5 Desember 2022

HARI BIASA PEKAN II ADVEN (U)



PEMBUKAAN

P : Ya, Tuhan, sudilah membuka hatiku.

U : Supaya mulutku mewartakan pujianMu.


MAZMUR 94 (95)

Ant.

Marilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita. Menghadap wajahNya dengan lagu syukur, menghormatiNya dengan pujian.

Ant.

Marilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.

Tuhanlah Allah yang agung, merajai segala dewa. Dasar bumi terletak di tanganNya, Puncak gunung pun milikNya. MilikNyalah laut, Dia membuatnya, daratanpun buatan tanganNya.

Ant.

Marilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.

Mari bersujud dan menyembah, berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita. Dialah Allah kita, kita umatNya, Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Ant.

Marilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.

Hari ini dengarkanlah suaraNya: “Jangan bertegar hati seperti di Meriba, seperti di Masa, di padang gurun; ketika leluhurmu mencobai Aku, walau menyaksikan karyaKu yang agung.

Ant.

Marilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu; maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya, mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu. Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu: Mereka takkan beristirahat bersama Aku.”

Ant.

Marilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.

Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant.

Marilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.


MADAH

Dengarkan suara Tuhan Yang mengecam kejahatan Usirlah jauh impian Serta karya kegelapan.


Bangunlah hati merana Yang parah terluka dosa Sebab Kristus bercahaya Bersinar laksana surya.


Kristus datang bagai domba Yang menghapus dosa kita Mari mohon dengan tekun Supaya diberi ampun.


Dipuja dan dipujilah Bapa dan Putera Allah Bersama Roh mahamulya Selalu senantiasa. Amin.


PENDARASAN MAZMUR

Ant. 1

Bilakah aku menghadap dan memandang wajah Allah?


Mazmur 41 (42)

Bagaikan rusa merindukan sungai,* demikianlah hatiku rindu padaMu, ya Allah.

Hatiku haus akan Allah, Allah yang hidup,* bilakah aku menghadap dan memandang wajah Allah ?

Air mataku menjadi bagaikan santapan bagiku, siang dan malam,* karena sehari-harian orang bertanya: Dimana Allahmu?

Dengan sedih selalu kuingat, bahwa di masa lampau* aku bersama orang banyak berarak ke kediaman Allah.

Aku turut melangkah di depan perarakan itu,* di tengah suara sorak-sorai dan lagu syukur.


Mengapa engkau tertekan dan gelisah, wahai jiwaku?† Berharaplah kepada Allah, aku akan bersyukur lagi* kepada Allah, penolongku.


Karena gelisah aku teringat akan Dikau,* dari daerah Yordan dan Hermon dan dari gunung Nizar.

Di sana anak sungai yang satu memanggil yang lain dengan deru air terjun,* demikianpun gelora gelombangMu mengempaskan daku.


Siang hari Tuhan menyatakan kasih setiaNya kepadaku,* malam hari aku memuji Allah, pemberi hidup.


Aku berkata kepada Allah, pelindungku:† “Mengapa Engkau melupakan daku;* mengapa aku sedih, tersesak oleh mu-suh?”

Celaan lawanku menyakiti hatiku seperti tikaman maut,* karena sehari-harian mereka bertanya: Dimana Allahmu?


Mengapa engkau tertekan dan gelisah, wahai jiwaku?† Berharaplah kepada Allah, aku akan bersyukur lagi* kepada Allah, penolongku.


Kemuliaan kepada Bapa* dan Putera dan Roh Kudus


Seperti pada permulaan, sekarang, selalu,* dan sepanjang segala abad. Amin.


Ant. 1

Bilakah aku menghadap dan me-mandang wajah Allah?


Ant.2

Pandanglah, ya Tuhan, dan kasihanilah kami.


Kidung (Sir 36:1-7, 13-16)

Pandanglah dan kasihanilah kami, ya Allah semesta alam,* curahkanlah kedahsyatanMu atas bangsa-bangsa.

Nyatakanlah kekuasaanMu terhadap bangsa-bangsa asing itu,* agar merekapun melihat kemuliaanMu.

Engkau telah menampakkan diriMu dalam diri kami di hadapan mereka,* hendaklah Engkau memuliakan diri dalam mereka di hadapan kami.

Agar mereka mengakui, sebagaimana kami telah mengakui,* bahwa tiada Allah selain Dikau, ya Tuhan.


Kerjakan lagi tanda-tanda dan ulangilah karyaMu,* nyatakanlah kemuliaan karyaMu dan kekuatan tanganMu.

Kumpulkanlah segala suku Yakub,* kembalikan kepadanya tanah pusaka seperti sediakala.


Kasihanilah umat yang disebut dengan namaMu,* Israel yang telah Kauberi hak anak sulung.

Kasihanilah kota ini yang menjadi kota yang kudus,* Yerusalem, kota tempat istirahatMu.

Penuhilah Sion dengan pujian atas karyaMu yang mengagumkan,* penuhilah baitMu dengan kemuliaanMu.


Kemuliaan kepada Bapa* dan Putera dan Roh Kudus


Seperti pada permulaan, sekarang, selalu,* dan sepanjang segala abad. Amin.


Ant.2

Pandanglah, ya Tuhan, dan kasihanilah kami.


Ant. 3

Terpujilah Engkau, ya Tuhan, di ben-tangan langit.


Mazmur 18 (19) A

Langit mewartakan kemuliaan Allah,* dan cakrawala memasyhurkan karya tanganNya.

Hari yang satu mengisahkannya kepada hari yang lain,* dan malam yang satu menyampaikannya kepada malam berikut.


Meskipun tidak bicara dan tidak memperdengarkan suara,† namun di seluruh dunia bergemalah seruannya,* dan pesannya sampai ke perbatasan bumi.


Di sana Tuhan memasang kemah bagi sang surya,* yang meninggalkan peraduannya bagaikan pengantin.

Dengan girang sang surya menempuh jalan peredarannya,* laksana seorang pahlawan.

Dari ujung langit yang satu ia beredar ke ujung yang lain,* dan tak ada yang luput dari panas teriknya.


Kemuliaan kepada Bapa* dan Putera dan Roh Kudus


Seperti pada permulaan, sekarang, selalu,* dan sepanjang segala abad. Amin.


Ant. 3

Terpujilah Engkau, ya Tuhan, di ben-tangan langit.


BACAAN SINGKAT (Yes 2:3)

Mari kita mendaki gunung Tuhan, ke bait Allah Yakub, agar la menunjukkan jalan­Nya kepada kita, dan kita turuti rencana­Nya. Sebab dari gunung Sion itu datang ajaran; dari Yerusalem datang sabda Tuhan.

LAGU SINGKAT

P : Kristus, Putra Allah yang hidup,* Kasihanilah kami.

U : Kristus, Putra Allah yang hidup,* Kasihanilah kami.

P : Engkaulah yang akan datang ke dunia.

U : Kasihanilah kami.

P : Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus

U : Kristus, Putra Allah yang hidup,* Kasihanilah kami.

KIDUNG ZAKHARIA (Luk 1:68-79)

(lihat di halaman dalam cover)

Pekan I

Ant. Kidung Zakharia

Hai Yerusalem, layangkanlah pandang­anmu dan lihatlah rajamu penuh kuasa. Sungguh, Penyelamat datang untuk melepaskan belenggumu.

Pekan II

Ant. Kidung Zakharia

Tuhan bersabda: Bertobatlah, sebab kerajaan surga sudah dekat, alleluya.

Pekan III

(jika jatuh setelah tanggal 16 Desember, lihat tanggal bersangkutan)

Ant. Kidung Zakharia

Dari surga akan datang Tuhan penguasa; Ia memegang kemuliaan dan pemerintahan.

Pekan IV

Ant. Kidung Zakharia

(lihat tanggal bersangkutan)

DOA PERMOHONAN

Kristus Tuhan, Putra Allah yang hidup, terang dari terang, akan membimbing kita ke dalam terang, agar kita melihat ke­muliaanNya. Dengan penuh ke­percayaan marilah kita mohon:

U : Datanglah, ya Tuhan Yesus.

Kristus, terang abadi yang terbit untuk menghalau kekelaman kami,* bangunkanlah iman kami dari tidurnya.

Buatlah kami berjalan aman seluruh hari ini* dalam cahayaMu yang menyegarkan.

Ajarilah kami kelembutan hati yang sempurna,* agar kami sabar terhadap semua orang.

Datanglah dan ciptakanlah dunia baru bagi kami,* yang berdasarkan keadilan dan damai.

BAPA KAMI

DOA PENUTUP

Pekan I

Tuhan, Allah kami, bantulah kami me­rindukan kedatangan Kristus PutraMu. Bila Ia tiba dan mengetuk, semoga kami didapatiNya berjaga dalam doa sambil memujinya dengan gembira. Sebab Dialah pengantara kami, yang hidup ....

Pekan II

Ya Tuhan, semoga doa permohonan kami naik ke hadiratMu. Perkenankanlah kami mengabdi padaMu dengan hati yang murni, agar kami layak menyambut misteri penjelmaan PutraMu. Sebab Dialah pengantara kami, yang hidup ...

Pekan III

(jika jatuh setelah tanggal 16 Desember, lihat tanggal bersangkutan)

Tuhan, dengarkanlah dengan rela doa kami. Terangilah kegelapan hati kami dengan rahmat PutraMu yang datang mengunjungi kami. Sebab Dialah peng­antara kami, yang hidup ....

Pekan IV

(lihat tanggal bersangkutan)

PENUTUP

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa, dan menghantar kita ke hidup yang kekal.

U : Amin.

212 views0 comments

Commentaires


bottom of page